Persaingan untuk mendominasi perangkat lunak otomotif (In-Car OS) atau kokpit digital sedang memanas di Asia, dengan raksasa teknologi seperti Huawei dan Samsung menjadi pemain kunci yang menantang dominasi platform Barat. Mereka berlomba untuk menciptakan sistem operasi kendaraan yang terintegrasi, cerdas, dan disesuaikan untuk pasar Asia.
In-Car OS generasi baru ini berfungsi sebagai otak kendaraan, mengelola sistem infotainment, navigasi, komunikasi, hingga fungsi bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS). Konsumen Asia menuntut integrasi yang mulus dengan ekosistem smartphone dan aplikasi lokal mereka.
Huawei, dengan sistem HarmonyOS-nya, bekerja sama erat dengan pabrikan mobil Tiongkok untuk menciptakan smart cockpit yang dalam dan terintegrasi dengan perangkat rumah pintar. Mereka menekankan konektivitas 5G dan layanan cloud untuk pengalaman berkendara yang utuh.
Samsung, di sisi lain, memanfaatkan keahliannya dalam semikonduktor dan layar, serta ekosistem Android yang luas, untuk menyediakan solusi hardware-software kokpit. Mereka berfokus pada pengalaman pengguna yang intuitif dan keamanan data yang kuat.
Persaingan ini mendorong inovasi yang cepat dalam antarmuka pengguna, pemrosesan suara AI, dan layanan berbasis lokasi. Siapa pun yang memenangkan pertarungan OS In-Car akan memegang kunci untuk masa depan mobilitas cerdas di Asia.

